lepaskan!
March 27, 2009
sepi lagi. pergi.
March 7, 2009
ditingkahi gerimis mungil aku kembali
menari bersama hujan tak bertepi
berdansa diatas aspal kenangan
tapi kali ini sendiri
bersama sunyi yang mencengkeram menggigit sepi.
bayang manusia jatuh satu satu
lalu pergi.
tak abadi.
lalu makin lelah menari…
berjalan saja menyusuri aspal gerimis mungil di hati.
demi esok.
yang semoga berseri.
lagi……………….
March 3, 2009
senja bukanlah akhir segalanya.
dialah yang akan menghidupkan matahari dari rahim malam.
senja adalah awal dari sebuah perubahan.
awal dari hari esok yang lebih baik.
namun senja selalu menyisakan luka.
kepedihan indah akan kematian satu matahari.
dalam senja tersirat suratan perpisahan
dan hari esok adalah sebuah ketidakpastian abadi.
segalanya masih bisa terjadi…
angin, bintang dan bulanpun jadi saksi.
kematian matahari senja ini…
dan aku menangis.
Lagi………………….
waktu
December 22, 2008
Dendam!!!
August 17, 2008
Terdengar
keras dentam dentum dendam.
Mengalir
lancar dalam nadi utara.
Meresapkan
pori pori kebencian yang menyasakkan
Memuncah
kuat dari sudut pandang nurani yang terdegradasi.
Murah
hati kini terkikis emosi.
Dendam
itu kini terlanjur membeku
Dendam
yang berasal dari mata turun kehati
Lalu
mengeras dan membeku oleh sunyi.
Sepi
menghasut hati
Ingin
rasanya segera pergi
Tuntaskan
semua galau mimpi.
Dendam
yang makin menggelitik hati.
Dari
hari ke hari tumbuh makin meninggi.
Mengubur
dalam- dalam cita yang tak pasti
Semua
semu.
Semua
biru.
Dalam
lautan merah membara
Dalam
lautan dendam didada
HanDK
Si Entong mau jadi bupati??
August 17, 2008
Bangsa
kita bangsa kuli
Akal
keluar saat kemerdekaannya mati
Jadi
babu,pembantu, atau lebih tepatnya kuli
Dulu…….
Kalo
si Entong mau jadi bupati,
Ia
harus dapat rekomendasi,
Dari
orang orang berdasi,
Maka
jadi.
Sekarang????
Kalo
si Entong mau jadi bupati,
Ia
harus punya duwit berjeti jeti,
Untuk
disebar kesana kesini,
Kalo
nggak?
Jangan
harap bisa jadi.
Sekarang
dunia ogah kompromi.
Kalopun
Entong tidak ( belum ) jadi,
Ia
masi punya satu cara pasti,
Ia
sebar duwit ( lagi ),
Lalu
pastikan ada demontrasi,
Menuntut
si Entong supaya jadi bupati.
Ahhh…..
selesailah masalah kini.
Entong
jadi bupati.
Sebuah raungan…
August 17, 2008
Sebuah
raungan…
Entah
kenapa berbeda.bukan tentang apa dan mengapa.bukan tentang-Nya atau
apapun.aku hanya merasa sedikit berbeda.telah berubah.
Kadangkala aku
masih disini, menatap bumi dalam gelap yang tak bertuan, berusaha
memahami semua arti dengan caraku sendiri, anpa siapapun kecuali
mereka, saling bertukar tentang siapapun dan apapun.
Kadangkala aku
harus seperti ini, diam dalam gelap dan mencoba memahai kunang kunang
lampu dikejauhan, indah, seperti yang lalu.
Hei….
Knapa??? Lalu apa
yang berbeda??
Entah. Hidupku.
Jalanku. Berbeda.
Terkaburkan
oleh bayang hitam dan putih yang datang silih berganti. Terbatasi
hati atau entah apa namanya. Tersekat keras oleh tembok
ketidakpedulian. Terlampau rendah dan tak tersentuh cahaya mulia yang
sering kudengar dari makhluk makhluk dunia.
Dan…….
Masih
seperti itu. aku
masih disini. Di alam yang sama meski mimpi tlah berganti. Dan
walaupun aku bebas memilih dunia dan mimpiku, aku takkan memilih.
Karna semua begitu pekat tak terbedakan.aku takkan semudah itu
memilih
Entah kenapa
semua benar benar terasa gila. Berakar dalam otak dan membakar tiap
sel syaraf.aku takkan memilih. Itu bukan sekedar pilihan.dan aku
memutuskan, untuk jadi abu abu selamanya.
Lupakan!!!
August 17, 2008
Lupakan!!!
Aku
butuh pembunuh.
Untuk
membunuh rasa yang terus coba membunuh.
Ahhhh….
Lupakan
saja,
Mentari
akan datang esok pagi,
Hangatnya
akan cairkan kegetiran ini
12
purnama hampir terlewati
Dan
kau baru berkata pagi ini??
Lalu
untuk apa segala??
Apa
arti semua??
Dan
bila kau bisu….
Kepada
siapa aku harus bertanya…
Perih
dan lelah tlah bosan menghinggapiku
Enyah
saja dari mukaku!!!
Ahhhhh……..
Lupakan
saja,
Mentari
akan datang esok pagi,
Hangatnya
akan cairkan kegetiran ini
Dadak,25
mei 2008